Friday, 29 July 2011

love oh love

Saya baru saja menemukan artikel menarik dan ini kutipannya:
Berbagai penelitian ilmiah telah membuka, walaupun baru sebagian, betapa kompleksnya hubungan antara pria-wanita. Dan kompleksitas itu juga mencakup aspek biologis. Dari hormon yang mempengaruhi bau yang tertangkap oleh pasangan, kekuatan sentuhan dan pelukan dalam menghasilkan zat penenang alami, sampai komunikasi non-verbal yang kompleks yang hanya bisa ditangkap bawah sadar. Dan semua ini memerlukan kedekatan fisik langsung, yang gak bisa digantikan koneksi 1 Gigabyte/second sekalipun.
dan ini:
Cinta memang harus mati. Karena dia harus memberi tempat untuk lahirnya sang pengganti, yaitu cinta lain yang tidak memabukkan, tetapi memberi rasa tentram, aman, dan “companionship” (gak ada kata yang tepat untuk menterjemahkan “companionship”, karena ‘pertemanan’ dan ‘persahabatan’ juga kurang pas. Kalo gw boleh bikin kata sendiri, yang pas itu ‘perpendampingan’, dari kata ‘pendamping’)
(untuk selengkapnya silahkan baca di sini dan sini)

Untuk situasi dan kondisi saya sekarang, saya cukup membenarkan apa yang ditulis oleh bung Henry Manampiring *hmm, sekilas namanya kedengeran kek pemaen bola* bahwa kita, manusia, membutuhkan kontak fisik dengan lawan jenis, dan kontak fisik di sini yang dimaksud adalah BUKAN sexual intercourse melainkan kontak fisik semacam affection.

Di atas semuanya saya percaya bahwa kedekatan emosi dan fisik (intimacy) mendukung satu sama lain untuk membangun sebuah relationship yang long lasting, tetapi merujuk artikel kedua -- emosi memegang peranan yang lebih kuat.
Mungkin ini salah satu pertanda agar saya mematikan semua rasa dahulu, tidak high lagi, agar semuanya reborn kembali. Another supporting logical reason for my decision.

Sebagai penutup, membaca dua artikel tersebut mengingatkan saya dengan curhat gila semalam dengan seorang teman, Stefani, tentang rasa kangen saya yang membludak dan keinginan untuk menghubunginya bahkan menemuinya,
"It's normal because you're under the spell. Tapi lawan aja, Put. Itu semua emang kayak drugs, tapi kalo gak kamu lawan kamu akan kembali lagi dan kembali lagi dan pada akhirnya kamu yang bakalan menderita karena senangnya cuma untuk sesaat. Everything will be better during the times.."
So yea, I'm back on my battle now after taking a 3 years break :)

rgrds,
.putt.

0 commentaire: