Monday, 1 August 2011

ich bin stolz auf mich!

I'm happy!
Dua hari sebelum Ramadhan saya melakukan kegilaan yang tak diduga. Ya iyalah namanya juga gila, mana ada gila direncanain..
*toyor kepala*

Jadi ceritanya saya sedang dalam misi memusnahkan si doi dari pikiran dan hati saya, tetapi saya mau memunashkannya dengan datang ke Berlin, mengingat masa masa madu kami di sana.
Terdengar masuk akal kan? *nodong pisau*
Tujuan utamanya cukup sederhana. Saya menantang diri saya sendiri apakah bisa mengalahkan "candu" dia ke saya ketika saya berada di Berlin dengan tidak menemuinya :)
Itu dia!

Saya merencanakan trip ini dengan super kilat, tekad saya udah bulat, kalau ga ada yang minat ya memang nasib berjuang sendirian. Tetapi memang untung sudah tidak buntung lagi. Ketika saya mencoba mengajak Rosa, seorang wanita Korea setengah gila, dia menyambut dengan suka cita hip hip hura karean dia pun sedang butuh untuk escape.

Saya tekankan padanya bahwa ini adalah trip murah.
Berangkat dengan naik mitfahr (semacam sistem numpang mobil orang asing tapi sharing bensin), tidur di sofa orang lewat Couch Surfing, dan pulang dengan beberapa strangers dengan tiket kereta akhir pekan yang mana akan memakan waktu 12 jam.
Ya lumayan sih ya bok daripada lo jalan dari Beijing ke Uruqim..*eh, ini apa sik iklannya*

Eniwei, Rosa setuju dengan rencana geblek itu.
Masalahnyaaa adalah semuanya dadakan.
Ketika ente idup di mari dan semuanya gak well planned, akan ada dua kemungkinan. Kalo gak rencana bakalan gagal, ente bakal keluar duit banyak, sedangkan mengingat ane pelit tapi ambisius..ane gak mau dua duanya kejadian..
*nyengir kuda liar*
Kyaaaaa!

Jadilah saya membuat plan A,B,C.
Saya menghubungi beberapa host Couch Surfing malam harinya, tetapi ketika saya mengirim request itu sudah pukul 11 malam, mungkin banyak dari mereka sudah ada di surga ketujuh.
Walhasil tidak ada yang menghubungi kami sampai kami menuju Berlin.
Maka saya memikirkan plan B yaitu menghubungi seorang teman-yang-tidak-terlalu-dekat untuk ngerusuhin kamarnya.
Kalo tidak berhasil juga plan C yaitu pergi ke hostel hostel backpacker. Tapi ini bisa saja gagal karena sekarang adalah musim summer holiday dan lagi banyak buanget turis.
Lalu kalo gak berhasil jugaaaaa....Rosa mengusulkan untuk party sampe pagi sampe club-nya tutup, dan pulang.

*hening*

See. Dia memang wanita binal gila.
Tetapi saya yang ketika itu masih mengaku mempunyai harga diri berkata kurang lebihnya, "Mendingan gw ngetok appartemen si doi, nyopot semua harga diri dan misi, terus tidur di tempat dia.."

Eaaaaa. Modus tercium.. :))

Tetapi kami pun beruntung karena Daniel, seorang host CS yang baik hati, meng-sms dan memberitahu kalau kita bisa menginap tempatnya. Uhuuuu! *cipok Daniel* *eh*
Daniel is such a wonderful guy. He and his roommate, Laura, really tells us about everythin that we need to know. Give us maps and money some flyers about current events or festivals in Berlin.

Singkat kata, saya dan Rosa jalan jalan kek anak ilang beduaan di tengah hujan. Romantis sekali memang.. *menyeka air mata dengan sapu tangan pink*
Pada saat saya dan Rosa mengunjungi beberapa tempat di Berlin, hati saya sering kali mencelos karena ingat dia, bagaimana dulu saya merasa super happy ketika bersamanya.
Saya kangen.
Perasaan itu yang tidak bisa dibohongi.

Saya memang merasa gamang karena masih dalam misi untuk tidak mengajaknya bertemu.
Ok, dia tau saya ada di Berlin karena dia sempat menelpon, tetapi dia pun tidak mengajak saya untuk bertemu :)
Kasian deh lo.. *terdengar suara tawa Rahwana*

Lalu ada bagian dari diri saya yang berteriak teriak,
"Ya udah kalo dia ga ngajak ketemuan, lo yang ajak ketemuan. Kan lo kangen."
Lalu ada bagian diri yang lain berkata,
"Eh udah gila lo Munaroh. Kalo lo ketemuan sama dia, yang ada tar lo bakal mewek mewek, balik lagi ke situasi yang lama.."

Tapi saya berusaha konsisten dan fokus dengan misi saya semula. Saya berusaha untuk melawan candu, walaupun saya harus berdarah darah. Merdeka! *nyanyi Maju Tak Gentar*
Kontemplasi pun semakin besar ketika semakin mendekati jam kepulangan. Sampai akhirnya hari Minggu kelabu saya mengunjungi Mauerpark, dan menyaksikan musisi jalanan ini benar benar membuat saya berpikir


Jujur.
Dari sekian banyak tempat di Berlin, saya paling suka Mauerpark. Tempat yang menurut saya paling istimewa buat saya dan dia, karena kami benar benar bisa tertawa sambil menikmati musik yang dibawakan oleh orang orang yang karaoke lewat Karaoke Bicycle, apalagi ketika orang yang nyanyi benar benar jauh dari Andrea Bocelli atau bahkan Liam Gallagher.


Disana pun akhirnya saya pun memutuskan untuk benar benar tidak akan menemuinya hari itu.
It all depends on my state of mind.
I don't wanna trap in the same labyrinth.
Saya ingin mematikan cinta, dimana mungkin suatu saat nanti akan tumbuh kembali di situasi dan kondisi yang berbeda.
At first I really feel bad and afraid I will regret it, but when I was in the train home...I feel happy. And until now I don't regret it even any single thing.

Ich bin sehr stolz auf mich :)

Dan saya menganggap bahwa saya telah lulus ujian awal Ramadhan yaitu dengan menahan napsu dan ego yang membabi buta :)
Happy Ramadhan, all..

rgrds,
.putt.

0 commentaire: